Langsung ke konten utama

Sim & goverment

 

1.       Pengertian E-Government

E-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untukmemberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. e-Government dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif,atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Pada intinya E-Government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain.E-Government ini membawa banyak manfaat, antara lain:

A.Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor.Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan.

B.Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihakmenjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan darikesemua pihak.

C.Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanyainformasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolahan (jumlah kelas, daya tampungmurid, passing grade, dan sebagainya) dapat ditampilkan secara online dan digunakanoleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya.Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Sebagai contoh, koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui email atau bahkan video conferencing. BagiIndonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab,koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam

2.       Tipe e-government

A. G2C (Government to Citizens)merupakan aplikasi e-Government yang paling umum, yaitu dimana pemerintahmembangun dan menerapkan berbagai portofolio teknologi informasi dengan tujuan utamauntuk memperbaiki hubungan interaksi dengan masyarakat (rakyat). Dengan kata lain, tujuanutama dari dibangunnya aplikasi e-Government bertipe G-to-C adalah untuk mendekatkan pemerintah dengan rakyatnya melalui kanal-kanal akses yang beragam agar masyarakat dapatdengan mudah menjangkau pemerintahnya untuk pemenuhan berbagai kebutuhan pelayanansehari-hari. 

B. G2B (Government to Business)Salah satu tugas utama dari sebuah pemerintahan adalah membentuk sebuahlingkungan bisnis yang kondusif agar roda perekenomian sebuah negara dapat berjalansebagaimana mestinya. Dalam melakukan aktivitas sehari-harinya, entiti bisnis semacam perusahaan swasta membutuhkan banyak sekali data dan informasi yang dimiliki oleh pemerintah. Disamping itu, yang bersangkutan juga harus berinteraksi dengan berbagailembaga kenegaraan karena berkaitan dengan hak dan kewajiban organisasinya sebagaisebuah entiti berorientasi profit. Diperlukannya relasi yang baik antara pemerintah dengankalangan bisnis tidak saja bertujuan untuk memperlancar para praktisi bisnis dalammenjalankan roda perusahaannya, namun lebih jauh lagi banyak hal yang dapatmenguntungkan pemerintah jika terjadi relasi interaksi yang baik dan efektif dengan industriswasta

C. G2G (Government to Governments)Di era globalisasi ini terlihat jelas adanya kebutuhan bagi negara-negara untuk saling berkomunikasi secara lebih intens dari hari ke hari. Kebutuhan untuk berinteraksi antar satu pemerintah dengan pemerintah setiap harinya tidak hanya berkisar pada hal-hal yang berbaudiplomasi semata, namun lebih jauh lagi untuk memperlancar kerjasama antar negara dankerjasama antar entiti-entiti negara (masyarakat, industri, perusahaan, dan lain-lain) dalammelakukan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi perdagangan, proses-proses politik,mekanisme hubungan sosial dan budaya, dan lain sebagainya. Berbagai penerapan e-Government bertipe G-to-G ini yang telah dikenal luas antara lain: Hubungan administrasiantara kantor-kantor pemerintah setempat dengan sejumlah kedutaan-kedutaan besar ataukonsulat jenderal untuk membantu penyediaan data dan informasi akurat yang dibutuhkanoleh para warga negara asing yang sedang berada di tanah air

D. G2E (Government to Employees)Pada akhirnya, aplikasi e-Government juga diperuntukkan untuk meningkatkankinerja dan kesejahteraan para pegawai negeri atau karyawan pemerintahan yang bekerja disejumlah institusi sebagai pelayan masyarakat

3.       Jenis-jenis Pelayanan Pada E-government

Dalam implementasinya, dapat dilihat sedemikan beragam tipe pelayanan yangditawarkan oleh pemerintah kepada masyarakatnya melalui e-Government. Salah satu caramengkategorikan jenis-jenis pelayanan tersebut adalah dengan melihatnya dari dua aspekutama: 

Aspek Kompleksitas, yaitu yang menyangkut seberapa rumit anatomi sebuah aplikasie-Government yang ingin dibangun dan diterapkan; dan 

Aspek Manfaat, yaitu menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan besarnyamanfaat yang dirasakan oleh para penggunanya.Berdasarkan dua aspek di atas, maka jenis-jenis proyek e-Government dapat dibagi menjaditiga kelas utama, yaitu: Publish, Interact, dan Transact.

4.       Penerapan e-goverment di indonesia

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (Information and CommunicationTechnology/ICT) di dunia telah semakin luas. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan ICT yangtidak terbatas pada bidang perdagangan saja, melainkan juga dalam bidang-bidang lain,seperti bidang pendidikan, bidang pertahanan dan keamanan negara, sosial dan sebagainya.ICT ini dipergunakan karena memiliki kelebihan-kelebihan yang menguntungkandibandingkan dengan menggunakan cara tradisional dalam melakukan interaksi.Kelebihan dari ICT ini adalah dalam hal kecepatan, kemudahan dan biaya yang lebihmurah, kelebihan ini dapat diilustrasikan dengan kasus sebagai berikut, misalnya A adalahseorang penjual barang yang berada di Indonesia dan B adalah pembeli yang berada diBelanda. Kemudian B berniat membeli barang yang dijual oleh A, apabila dengan caratradisional maka B harus mendatangi negara tempat A berada untuk membuat perjanjian pembelian atau sebaliknya. Tetapi dengan mempergunakan Internet misalnya maka dengansaling mengirimkan email saja perjanjian jual beli ini dapat dibuat. Dengan demikian, selainlebih cepat dan mudah, karena dengan mempergunakan Internet berarti mengurangi waktuyang tebuang apabila A atau B mendatangi yang lainnya untuk membuat perjanjian jual beli,yang berarti biaya yang diperlukan dalam proses pembuatan perjanjian juga menjadi lebihmurah karena dikurangi biaya transportasi apabila mempergunakan cara tradisional.Dengan kelebihan-tersebut, maka dapat dikatakan bahwa dengan mempergunakanICT dapat mewujudkan efisiensi dalam gerak kehidupan manusia dalam berinteraksi dengansesamanya. Efisiensi ini sendiri berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas dari interaksiyang terjadi, karena dengan mempergunakan ICT dalam interaksi yang terjadi, maka denganmempertimbangkan keuntungan-keuntungan yang didapat dari penerapan ICT ini dapatsemakin meningkatkan kuantitas dan kualitas dari interaksi tersebut. Oleh sebab itu ICT banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, dan dengan keuntungan-keuntungan yang ditawarkan oleh teknologi ini maka mulai diterapkan dalam praktek pemerintahan.

Contoh Penerapan e-Gov di Indonesia :

a)Penayangan hasil pemilu 1999 secara on-line dan real time. 

b)RI-Net. Sistem ini menyediakan email dan akses Internet kepada para pejabat.

c)Info RI. Penyedia informasi dari BIKN.

d)Penggunaan berbagai media komunikasi elektronik (Internet) di beberapa pemerintahdaerah tempat

5.Tujuan Penerapan E-Government

Konsep e-government diterapkan dengan tujuan bahwa hubungan pemerintah baik denganmasyarakatnya maupun dengan pelaku bisnis dapat berlangsung secara efisien, efektif danekonomis. Hal ini diperlukan mengingat dinamisnya gerak masyarakat pada saat ini, sehingga pemerintah harus dapat menyesuaikan fungsinya dalam negara, agar masyarakat dapatmenikmati haknya dan menjalankan kewajibannya dengan nyaman dan aman, yangkesemuanya itu dapat dicapai dengan pembenahan sistem dari pemerintahan itu sendiri, dane-government adalah salah satu caranya.Selain itu tujuan penerapan e-government adalahuntuk mencapai suatu tata pemerintahan yang baik (good governance). Pengertian dari tata pemerintahan yang baik (good governance) menurut UNDP seperti yang dinyatakan dalam dokumen Kebijakan UNDP yang diterbitkan pada bulan Januari 1997 dengan judul “TataPemerintahan Menunjang Pembangunan Manusia Berkelanjutan”, adalah penggunaanwewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan negara padasemua tingkat. Tata pemerintahan menyangkut seluruh mekanisme, proses, dan lembaga-lembaga di mana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentinganmereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaan- perbedaan di antara mereka.

Komentar